Review Film Bad Genius Remake: Tipu Daya yang Sempurna

Review Film Bad Genius Remake: Tipu Daya yang Sempurna

Review Film Bad Genius Remake: Tipu Daya yang Sempurna. Bad Genius (2024) tayang terbatas di bioskop Amerika Utara pada 11 Oktober 2024, menjadi remake bahasa Inggris dari film Thailand fenomenal Bad Genius (2017). Disutradarai J.C. Lee dan ditulis bersama Julius Onah, film berdurasi 96 menit ini mengikuti Lynn Kang (Callina Liang), siswi cerdas keturunan imigran China yang memulai skema curang ujian untuk membantu teman-temannya dari kalangan kaya. Dengan Benedict Wong sebagai ayah Lynn, Jabari Banks sebagai Bank, Taylor Hickson sebagai Grace, dan Samuel Braun sebagai Pat, remake ini menambahkan nuansa ras dan kelas di Amerika sambil mempertahankan inti heist thriller ujian. Meski mendapat pujian atas aksi cerdas dan performa cast muda, film ini sering dibandingkan dengan original yang dianggap lebih tajam, dengan skor Rotten Tomatoes sekitar 70-80% dari kritikus dan audience yang lebih tinggi. Ini tetap jadi thriller pintar tentang kecurangan sistem pendidikan, tapi terasa seperti versi ringkas yang kurang mendalam. INFO GAME

Alur Cerita dan Plot: Review Film Bad Genius Remake: Tipu Daya yang Sempurna

Cerita mengikuti Lynn, siswi berprestasi yang mendapat beasiswa penuh di sekolah swasta elit Seattle. Ayahnya, seorang imigran China yang menjalankan laundry dan berjuang finansial, sangat mendukungnya. Lynn berteman dengan Grace, siswi kaya yang kesulitan akademik. Saat Grace meminta bantuan curang pada ujian, Lynn membantu dengan cara kreatif menggunakan penghapus dan sepatu. Skema ini berkembang ketika pacar Grace, Pat (putra pengacara perusahaan tech besar), merekrut Lynn untuk membantu kelompok teman-temannya dengan bayaran tinggi. Lynn mulai menjalankan operasi curang skala besar, termasuk koordinasi jarak jauh untuk ujian SAT dengan ponsel tersembunyi dan timing sempurna. Ada konflik moral dari Bank, siswa dari latar belakang mirip Lynn yang menentang kecurangan. Plot mempertahankan urutan heist ikonik dari original—dari pertukaran sepatu hingga operasi lintas negara—tapi menambahkan elemen imigran dan tekanan kelas. Ending remake diubah lebih memuaskan dengan fokus pada konsekuensi dan integritas, meski beberapa bagian terasa rushed dan kurang eksplorasi karakter dibanding versi Thailand. Secara keseluruhan, alur tetap menegangkan dan cerdas, tapi kurang lapisan emosional serta kritik sosial yang lebih tajam dari aslinya.

Pemeran dan Penampilan: Review Film Bad Genius Remake: Tipu Daya yang Sempurna

Callina Liang sebagai Lynn memberikan penampilan solid sebagai siswi jenius yang terjebak antara moral dan tekanan finansial. Ia berhasil menyampaikan kecerdasan dingin dan kerentanan internal, terutama di momen-momen ketika skema mulai goyah. Benedict Wong sebagai ayah Lynn mencuri perhatian dengan peran yang lebih diperluas—ia membawa kehangatan dan dukungan tulus sebagai imigran pekerja keras, menambah kedalaman tema keluarga. Jabari Banks sebagai Bank tampil baik sebagai foil moral Lynn, meski karakternya kurang dieksplorasi dibanding versi original. Taylor Hickson sebagai Grace dan Samuel Braun sebagai Pat memberikan nuansa remaja kaya yang manja tapi relatable. Ensemble cast muda energik, dengan chemistry yang cukup untuk mendukung dinamika heist. Secara keseluruhan, performa kuat meski beberapa karakter terasa kurang berkembang dibanding original, dan visual efek serta sinematografi mendukung adegan-adegan tegang dengan baik.

Elemen Thriller dan Tipu Daya

Film ini mempertahankan kekuatan utama original: skema curang yang rumit dan menegangkan, seperti pertukaran jawaban melalui sepatu, koordinasi waktu, dan penggunaan teknologi sederhana untuk ujian jarak jauh. Adegan heist terasa pintar dan memuaskan, dengan ketegangan yang dibangun melalui timing presisi dan risiko tinggi. Remake menambahkan lapisan ras dan imigran—Lynn sebagai anak pertama generasi yang merasa harus membuktikan diri—serta kritik terhadap sistem pendidikan Amerika yang menekankan tes standar dan ketimpangan kelas. Namun, beberapa elemen terasa kurang tajam: ending yang lebih moralis terasa lebih memuaskan bagi sebagian, tapi mengurangi ambiguitas dan pukulan emosional original. Ada humor ringan dari situasi remaja dan kritik sosial yang lebih eksplisit, tapi pacing kadang terasa cepat sehingga karakter kurang bernapas. Secara keseluruhan, ini thriller yang engaging dengan ide cerdas tentang kecurangan sebagai “bisnis”, meski tidak sepenuhnya melampaui versi Thailand yang lebih ikonik.

Kesimpulan

Bad Genius (2024) adalah remake yang solid dan entertaining, berhasil mempertahankan inti heist thriller ujian yang cerdas sambil menambahkan nuansa Amerika tentang imigran, kelas, dan tekanan pendidikan. Callina Liang dan Benedict Wong memimpin cast dengan performa kuat, dan adegan curang tetap jadi highlight yang menegangkan. Meski terasa seperti versi ringkas dari original Thailand—dengan beberapa kekurangan di kedalaman karakter dan pacing—film ini tetap layak ditonton bagi yang ingin cerita pintar tanpa subtitle. Bagi penggemar thriller remaja atau yang suka cerita tentang kecurangan sistemik, ini pilihan menyenangkan. Skor keseluruhan: 7.5/10—tipu daya yang sempurna dalam eksekusi, meski tidak sepenuhnya genius dibanding aslinya.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *