Review Film Agak Laen 2: Lebih Lucu atau Malah Makin Garing?
Review Film Agak Laen 2: Lebih Lucu atau Malah Makin Garing? Agak Laen 2 yang tayang sejak akhir Desember 2025 langsung memecahkan rekor sebagai salah satu sekuel komedi Indonesia terlaris awal 2026. Melanjutkan kesuksesan film pertama (2024), sekuel ini kembali dibintangi Bene Dion Rajagukguk, Indra Jegel, Oki Rengga, Fajar Nugra, dan Boris Bokir sebagai geng pemuda desa yang masih berusaha mengelola wahana horor “Agak Laen”. Kali ini cerita dibuat lebih besar: mereka membangun “Agak Laen Land” versi mini di desa, tapi malah mendatangkan masalah baru dari pengunjung, dukun lokal, dan hantu yang semakin nakal. Durasi 112 menit dengan rating 13+ berhasil menarik lebih dari 5,8 juta penonton di bioskop Indonesia hingga pertengahan Januari 2026. Rating penonton di platform lokal rata-rata 4,5/5, sementara skor kritikus berada di kisaran 7,1/10. Dengan humor yang lebih gila dan adegan absurd yang lebih banyak, banyak yang bertanya: apakah sekuel ini benar-benar lebih lucu dari film pertama, atau malah makin garing karena terlalu memaksakan? REVIEW WISATA
Humor yang Lebih Gila dan Absurd di Film Agak Laen 2: Review Film Agak Laen 2: Lebih Lucu atau Malah Makin Garing?
Agak Laen 2 naik level dalam hal kekonyolan dan absurditas. Jika film pertama lebih fokus pada situasi horor-komedi di rumah hantu sederhana, sekuel ini memperluas setting ke “taman hiburan” mini dengan wahana-wahana aneh seperti “Rumah Hantu Berbasis AI”, “Roller Coaster Santet”, dan “Labirin Pocong”. Adegan-adegan slapstick dan dialog spontan antar geng Bene terasa lebih liar—terutama saat mereka berusaha menyelamatkan pengunjung dari hantu sungguhan sambil tetap berpura-pura itu bagian dari wahana. Lelucon berbasis lokal seperti sindiran terhadap tren TikTok, influencer desa, dan dukun online terasa sangat relevan dan bikin penonton tertawa terbahak-bahak. Beberapa momen seperti “hantu AI yang error” dan “pembeli tiket yang ngotot minta refund karena hantu asli” jadi highlight paling sering dibagikan di media sosial. Humornya tetap absurd tapi lebih terstruktur dibanding film pertama, membuat tawa terasa lebih konsisten sepanjang durasi.
Performa Cast yang Semakin Kompak: Review Film Agak Laen 2: Lebih Lucu atau Malah Makin Garing?
Bene Dion Rajagukguk, Indra Jegel, Oki Rengga, Fajar Nugra, dan Boris Bokir kembali dengan chemistry yang semakin matang. Mereka terasa seperti geng sahabat sungguhan—saling ejek, saling bantu, dan saling panik bersama. Bene sebagai pemimpin yang selalu overconfident tapi ceroboh, Indra sebagai yang paling penakut tapi pintar, Oki sebagai tukang becanda, Fajar sebagai yang paling polos, dan Boris sebagai yang paling serius tapi sering jadi penutup lelucon. Penampilan mereka terasa lebih lepas dan natural dibanding film pertama—dialog improvisasi terasa hidup, ekspresi wajah mereka saat panik atau ketakutan sangat autentik, dan timing komedi mereka semakin tajam. Cast pendukung seperti Tora Sudiro sebagai dukun dan beberapa aktor cameo juga menambah warna tanpa mengganggu ritme utama.
Kelemahan Cerita dan Perbandingan dengan Film Pertama
Meski humor sangat kuat, cerita menjadi kelemahan utama. Plot terasa sangat sederhana dan predictable—mereka membangun wahana, hantu muncul, lalu berusaha menyelamatkan desa. Banyak adegan terasa repetitif: masalah muncul, mereka panik, coba solusi absurd, lalu gagal dengan cara lucu. Bagi penonton yang mengharapkan cerita lebih dalam atau twist besar seperti film pertama, sekuel ini terasa lebih ringan dan kurang punya bobot emosional. Dibandingkan Agak Laen pertama yang punya momen menyentuh di antara kekonyolan, sekuel ini lebih fokus pada komedi nonstop—bagi sebagian penggemar ini terasa lebih lucu, tapi bagi yang mencari keseimbangan antara lucu dan menyentuh, bisa terasa agak garing di bagian akhir.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia menyambut sangat antusias—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak sesi malam yang penuh dan penonton yang keluar bioskop sambil tertawa atau saling cerita adegan paling absurd. Box office domestik sudah melewati 5,8 juta penonton, menjadikannya salah satu film komedi terlaris tahun ini. Di media sosial, klip adegan wahana error dan dialog garing jadi viral dan dibagikan terus-menerus. Film ini juga berhasil membuka diskusi soal pengembangan sekuel komedi lokal—apakah cukup mengandalkan humor dan cast yang sudah dikenal, atau harus punya cerita baru yang lebih kuat. Banyak yang bilang ini bukti bahwa komedi absurd Indonesia masih punya pasar besar kalau dieksekusi dengan benar.
Kesimpulan
Agak Laen 2 adalah sekuel komedi yang berhasil jadi lebih gila, lebih absurd, dan lebih menghibur dibanding film pertama. Chemistry geng Bene semakin kompak, adegan absurdnya sangat lucu, dan visual wahana horor mini terasa kreatif membuat film ini layak ditonton berulang kali. Meski cerita agak sederhana dan kadang terasa repetitif, film ini tetap jadi tontonan yang sangat fun dan cocok untuk ditonton bareng teman. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu penggemar Agak Laen pertama atau komedi absurd lokal. Kalau suka film seperti Ngeri-Ngeri Sedap atau Keluarga Cemara versi horor-komedi, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan tawa dan jangan kaget kalau keluar bioskop masih ngakak sendiri. Sekuel ini bukti bahwa formula “geng desa + masalah absurd” masih sangat ampuh kalau dieksekusi dengan benar. Layak dapat tempat spesial di daftar tontonan komedi Indonesia 2025–2026.