Review Film The Alienist: Kasus Pembunuhan Sadis Berantai
Review Film The Alienist: Kasus Pembunuhan Sadis Berantai. The Alienist (2018–2020), serial drama misteri karya Cary Joji Fukunaga dan Hossein Amini yang tayang di TNT serta Netflix, tetap menjadi salah satu produksi thriller bersejarah paling mencekam dan banyak dibicarakan hingga awal 2026. Serial dua musim ini (musim pertama 2018, musim kedua berjudul The Alienist: Angel of Darkness pada 2020) mengadaptasi novel karya Caleb Carr dan berlatar New York tahun 1896. Cerita berpusat pada Dr. Laszlo Kreizler (Daniel Brühl), seorang psikiater forensik pionir yang dijuluki “alienist”, yang bekerja sama dengan jurnalis John Moore (Luke Evans) dan sekretaris kepolisian Sara Howard (Dakota Fanning) untuk menyelidiki kasus pembunuhan sadis berantai terhadap anak-anak pekerja seks. Hingga Februari 2026, serial ini terus dipuji karena penggambaran gelap dan realistis tentang kejahatan psikopat di era akhir abad ke-19, serta pendekatan awal terhadap profil psikologis pelaku (criminal profiling) yang belum dikenal saat itu. REVIEW FILM
Kasus Pembunuhan Sadis dan Metode Investigasi: Review Film The Alienist: Kasus Pembunuhan Sadis Berantai
Musim pertama mengikuti pembunuhan berantai terhadap anak laki-laki muda dari kelompok imigran miskin yang bekerja sebagai kurir dan pekerja seks. Korban ditemukan dimutilasi dengan pola yang sangat ritualistik: mata dicungkil, alat kelamin dipotong, dan tubuh digantung seperti salib. Kreizler meyakini pelaku adalah psikopat dengan trauma masa kecil yang parah, bukan setan atau monster seperti yang diyakini masyarakat Victorian saat itu. Bersama Moore dan Sara, mereka membentuk tim investigasi tidak resmi karena polisi New York menolak teori “psikologi kriminal” dan lebih percaya pada hukuman fisik daripada analisis pikiran.
Penyelidikan berlangsung lambat dan penuh hambatan: bukti hilang, saksi dibungkam, dan tekanan politik dari elit kota yang tidak ingin kasus ini mengganggu citra New York. Setiap episode memperlihatkan metode Kreizler yang revolusioner untuk zamannya—wawancara mendalam dengan keluarga korban, rekonstruksi psikologis tempat kejadian, dan analisis pola perilaku pelaku. Musim kedua (Angel of Darkness) memperluas fokus ke pembunuhan anak perempuan dari kalangan elit, menambah lapisan korupsi dan konspirasi yang melibatkan kekuasaan kota.
Karakter dan Atmosfer Gelap New York 1896: Review Film The Alienist: Kasus Pembunuhan Sadis Berantai
Daniel Brühl sebagai Dr. Kreizler memberikan penampilan dingin tapi penuh empati—seorang ilmuwan yang percaya pikiran manusia bisa dipahami seperti mesin, tapi juga menyimpan luka pribadi yang dalam. Luke Evans sebagai John Moore adalah jurnalis yang impulsif dan sering bertindak gegabah, sementara Dakota Fanning sebagai Sara Howard adalah wanita progresif yang berjuang melawan seksisme di dunia kepolisian. Ketiganya membentuk dinamika yang kuat: Kreizler sebagai otak, Moore sebagai mata, dan Sara sebagai hati.
Atmosfer serial ini sangat gelap dan otentik: New York akhir abad ke-19 digambarkan sebagai kota yang kotor, korup, dan penuh kekerasan—dari slum imigran hingga rumah-rumah mewah elit. Sinematografi yang suram, pencahayaan redup, dan detail kostum serta set membuat penonton benar-benar merasakan kebrutalan era itu. Tidak ada efek gore berlebihan; kekerasan ditampilkan secara sugestif tapi sangat mengganggu.
Kesimpulan
The Alienist adalah serial yang langka: mencekam sekaligus sangat cerdas, lambat tapi tidak pernah membosankan, dan mendalam tanpa terasa bertele-tele. Kekuatan utamanya terletak pada proses investigasi kasus pembunuhan sadis berantai yang bertahap, penampilan luar biasa Daniel Brühl, Luke Evans, dan Dakota Fanning, serta penggambaran tajam tentang lahirnya ilmu forensik psikologi di tengah masyarakat yang masih sangat primitif. Serial ini berhasil menjadi tontonan wajib bagi penggemar thriller bersejarah seperti Mindhunter atau Ripper Street, dengan tambahan nuansa sosial tentang kelas, gender, dan kekerasan terhadap anak. Hingga 2026, The Alienist tetap relevan karena menunjukkan bahwa metode investigasi psikologis modern lahir dari kasus-kasus brutal yang sering kali disembunyikan oleh kekuasaan. Jika kamu sedang mencari serial yang menggabungkan misteri pembunuhan dengan kedalaman sejarah dan psikologi, The Alienist adalah pilihan tepat. Tidak ada musim ketiga yang direncanakan, tapi dua musim saja sudah cukup untuk meninggalkan kesan mendalam. Saksikan atau tonton ulang—karena terkadang kebenaran paling gelap terungkap melalui pikiran pelaku, bukan hanya bukti fisik. Sebuah karya yang cerdas, mencekam, dan sangat tepat waktu.