review-film-best-in-show

Review Film Best in Show

Review Film Best in Show. Best in Show (2000), karya Christopher Guest, tetap jadi raja mockumentary sepanjang masa. Film berdurasi 90 menit ini mengikuti lima peserta eksentrik yang bertarung di ajang dog show bergengsi Mayflower Kennel Club. Tanpa narator, tanpa musik latar dramatis, hanya kamera “terbang” dan wawancara spontan—hasilnya tawa nonstop yang terasa semakin tajam setiap ditonton ulang. Hingga 2025, film ini masih sering masuk list “funniest movies ever” versi kritikus dan penonton (95 % di Rotten Tomatoes, masuk Criterion Collection), dan kutipan-kutipannya masih hidup di meme serta podcast komedi. MAKNA LAGU

Improvisasi dan Ensemble Cast yang Sempurna: Review Film Best in Show

Semua dialog hampir 100 % improvisasi, tapi terasa seperti naskah terbaik yang pernah ditulis. Pasangan yuppies Gerald dan Cookie Fleck (Eugene Levy & Catherine O’Hara) dengan terrier mereka yang “punya sejarah” langsung bikin penonton ngakak sejak menit pertama. Meg dan Hamilton Swan (Parker Posey & Michael Hitchcock) yang stres berat sama anjingnya, lalu Harlan Pepper (Guest sendiri) yang bisa ngomong nama kacang berjam-jam, atau pasangan gay Scott dan Stefan (John Michael Higgins & Michael McKean) yang super fashionable—semua karakter terasa hidup karena aktor diberi kebebasan total. Fred Willard sebagai komentator TV yang bodoh tapi jenius (Buck Laughlin) adalah MVP komedi; baris “How much do you think I can bench?” masih jadi meme abadi.

Humor yang Mengena Karena Sangat Relatable: Review Film Best in Show

Lucunya bukan dari lelucon kasar, tapi dari pengamatan tajam soal obsesi manusia. Orang-orang di film ini memperlakukan anjing mereka seperti anak sendiri—bahkan lebih—dan rela habis-habisan demi pita biru. Adegan Cookie ketemu semua mantan pacarnya di mana-mana, Meg marah besar karena kehilangan mainan “busy bee”, atau Harlan ngomong panjang lebar soal memancing sambil juri menilai anjing, semua terasa absurd tapi “eh, kok aku kenal orang gitu ya?”. Sampai sekarang, tiap ada kontes anjing di dunia nyata, pasti ada yang bilang “ini kayak Best in Show banget”.

Gaya Mockumentary yang Jadi Standar Emas

Sebelum The Office atau Modern Family, Best in Show sudah menentukan cara mockumentary dibuat: kamera goyang, zoom mendadak, wawancara awkward, dan editing cepat yang bikin penonton merasa sedang nonton dokumenter sungguhan. Christopher Guest dan timnya (termasuk Eugene Levy yang ikut menulis) berhasil membuat dunia kecil yang terasa lengkap dalam 90 menit. Tidak ada penjelasan berlebih, tidak ada musik menggiring emosi—hanya karakter yang bicara sendiri, dan itulah yang bikin ketawa terbahak sekaligus tersentuh. Adegan final saat semua anjing berlari lambat di ring dengan slow-motion tanpa musik dramatis justru jadi salah satu momen paling epik sekaligus lucu dalam sejarah komedi.

Mengapa Masih Relevan di 2025

Di era media sosial penuh flexing dan kompetisi tak sehat, Best in Show malah terasa semakin ngena. Orang-orang yang panik kalau anjingnya kalah 0,1 poin, pasangan yang ribut gara-gara mainan, atau komentator yang ngomong ngawur—semua itu masih ada di sekitar kita, cuma sekarang di postingan Instagram dan TikTok. Film ini juga jadi comfort movie banyak orang: ringan, cerdas, bisa ditonton berulang tanpa bosan, dan selalu ada detail baru yang terlewat di tontonan sebelumnya.

Kesimpulan

Best in Show adalah komedi sempurna yang tak lekang waktu: 90 menit tawa keras tanpa satu lelucon paksa. Ensemble cast legendaris, improvisasi jenius, pengamatan sosial yang tajam, dan gaya mockumentary yang tak tertandingi membuatnya tetap mendapat rating 9,5/10 bahkan setelah 25 tahun. Kalau belum pernah nonton, langsung play malam ini—dan kalau sudah pernah, tonton lagi, karena kutipan “We met at Starbucks… not the same Starbucks, but we saw each other at different Starbucks across the street” masih akan bikin kamu ketawa ngakak seperti pertama kali. Klasik yang tidak pernah tua.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *